Archive for June, 2009

daddy long legs (korean)

// June 13th, 2009 // 4 Comments » // Review

Daddy Long Legs***½

it’s 3.27am dan gw bru saja selesai nonton pilm korea “daddy long legs“. romantic like heaven and goddamn emotional.

why korean?

pilm hongkong/chinese terlalu fake, mostly over. u know lah, macam drama2 romantis ala andy lau ato tony leung pada masa keemasannya.

japanese? terlalu serius. susah bgt nemu selingan humor di pilm drama jepang. kalopun ada, seringan jayus.

korea  lebih natural. klo ngejoke hasilnya lucu. kalo ngedrama hasilnya ga bisa mangap.

daddy long leg, secara teknis biasa saja. scene2nya mirip serial tv. tapi sutradara spertinya emang mau fokus pada cerita dan hal2 laen sebagai support. opening nya dshyat. lukisan cat air (sepertinya digital) yg dibuat stop motion comic. i am not sure regarding the stop motion. kalo lo tau opening “juno” maka yg ini adalah versi yg lebih smooth dan lebih cakep. nilai 9 untuk intro nya.

masuk ke awal pilm, rada flat dan biasa saja. skali lagi mirip serial tv. scriptnya sabar, menuntun penonton dgn santai layaknya kakek mendongeng sebelum bobo. cerita berkembang dgn lambat dan rendah hati. tidak mau show atau penuh aksi.

Daddy Long Legs

tengah pilm penuh dgn flashback or whatever u call it. visualisasi dari rentetan email yg bercerita. bagian ini keren skale. romantis tapi ga picisan kaya pilm hongkong. penonton2 rese kaya gw akan mulai menyusun puzzle, secara pilm ini ujungnya mudah ditebak tapi jalannya gelap dan berliku.

klimaks pilm, adalah bagian paling keren. pembeberan twist versi romance dari “the 6th sense” dgn iringan lagu opera. mungkin salah satu scene paling cool yg pernah gw liat dari sebuah pilm asia.

ending pilm mempersilahkan penonton ambil nafas sekaligus nge-tes seberapa sentimentil-nya  kah elo. speechless gw. yg pasti gw masih feeling blue bahkan ketika teks cast/credits scroll sampe abis.

satu hal, pilm ini ga berusaha keras ato bersusah payah untuk memberi tau penonton tentang sebuah kejadian. misalnya ketika ada salah seorang tokohnya diceritakan meninggal, sutradara tidak merasa perlu untuk membuat scene pemakaman dgn anggota keluarga sedang menangisi batu nisan.

ato ketika tokoh utama cewe akhirnya bertemu dgn cowo yg udah dia cari selama ber-tahun2, writer sialan itu bahkan tidak membuat dialog untuk mereka. begitu bertemu, hanya pandang2an kemudian langsung ganti scene. mana langsung jauh ke depan gitu deh ceritanya. kesel pun, tapi keren. karena penonton akan terbawa pada persepsinya masing2 terhadap bagian2 yg hilang tersebut. seperti..”itu tadi mereka ngobrolin apa ya?”

terlepas dari script dan penyutradaraan, the most beautiful thing tetep ada di pemeran utama cewe. gw dah nonton beberapapilmnya dan ni cewe emang ga ada lawan. ga cuman cakep & cute, juga serba bisa. di satu pilm jadi atlet aerobik (dgn adegannari tentunya), pilm berikutnya jadi anak smu badel. next pilm jadi petinju bla bla dan smuanya performance nya luar biasa. kalo lo nonton 3 biji aja pilmnya dia, maka lo akan ngerti knapa agnes monica ga tembus2 pasar international.