yesterday, I just “return to the source”, had a time travel in the speed of light trough empty space, menuju tanjung kesedihan itu. waktu berhenti ketika gwe mencapai 50% kecepatan cahaya. pohon2 di sepanjang jalan berpendar biru saat mencapai 70% kecepatan cahaya.. dan waktu mulai bergerak mundur ketika mencapai 90% kecepatan cahaya…

gwe blon mau berhenti. ada yg menetes di wajah gw ketika akan mendekati 100% kecepatan cahaya (screw u, einstein :xtg, “nothing could reach a speed of light?” I could!) waktu semakin cepat bergerak mundur ketika gwe mencapai kecepatan cahaya. what a great sight… blurry… uncolorized… and the world bent.

Chair of Love: disini saya menyatakan cinta pertama kaliThe Intersection: million of laugh we had hereThe Royal Table: tempat dimana the fantastic 4 have lunch

sepersekian juta detik dalam kecepatan cahaya sudah cukup untuk menuju ke 3 tahun lalu. gwe mengurangi kecepatan. semua berangsur-angsur menjadi normal. sharpen images. pohon2 kembali hijau… langit kembali biru dan air di wajah pun sudah mengering. kini berlari dengan 30km/jam. menikmati semua hal di 3 tahun silam. melia benoa… lalu aston… lalu grand mirage.. and then, i saw the heaven…

semua masih seperti dulu. it was clean. somebody might clean the place regularly. Entering the heaven, I saw them. my lovely friend, my boss, my enemy en finnaly you.., my princess..

How’re u doin? Miss u so much.. @};-

unfortunately, my superhero power is not enough to keep me stay longer in the past. secara perlahan waktu kembali normal. oh..no.. please dont take this away from me… :xcry

The Great Bar: tempat terakhir kali saya memeluk tuan putriSuperhero Office Room (was)The Superhero

saya menghabiskan setengah jam duduk terpekur di salah satu tempat dimana saya pernah memeluknya untuk terakhir kali. merewind semua kenangan manis. dan akhirnya sekaleng sprite itu habis… time’s up. i have to go home. kali ini saya memilih untuk berlari dengan kecepatan normal. hanya 60 km/jam…

saya datang bukan untuk mengingat masa lalu… hanya ingin mengembalikan kenangan itu ke tempatnya. semoga mimpi buruk yang selalu membangunkan gwe di tengan malam berakhir…

“… bagemana kalo kita turun dulu, trus bertengkar sebentar…?”